Apr 04

Rembulan dan awan kini menyendiri yang di karenakan panorama alami.
Warnanya sangat pucat namun bukan berarti pudar karena cercahnya.

Terlihat dua makhluk bumi yang sedang bercengkrama akibat sirkulasi yang ada, nimbrung.
Mereka nampak memperbincangkan sesuatu yang amat nyata di kehidupan dunia.

Pria : ”Brow, saban hari gue liat lo ngejedok ajeh di mari… Ada ape si Brow..!”

Sobat : ”Heheh! Gue jadi ngeri kalo mau kawin brow..? Abis tetangga gue bekelahi muluw..? Coba lo liat brow..? Kaos kutang sampe giwang di lempar- lemparin sama bininyeh..? Ape ngga syarap tuh!”

Mengapa..? Sebab yang diperhati sang sobat adalah keluarga baru dengan satu buah hati yang berumur tiga tahun.
Mereka selalu dihadapi oleh hal yang sepele namun menjadi hal yang segumpal oleh sebab kecemburuan individu.

Itulah yang terlihat dari perbincangan dua pria yang setiap hari memperhati keluarga-keluarga yang ’baru jadi’ alias pengantin baru.
Dan itulah fnomena yang ada bagi sebahagian kalangan ’keluarga baru’ yang mencoba menjadi habitat mandiri, ”Saya terima nikahnya.. dengan mas kawin seperangkat Bla-Bla.. Bla…?”.

Yang di lihat dari sang sobat oleh sang pria adalah kekalutan dan kebengisan dari sebuah ’keluarga’.
Keluarga dimana kita harus memperjuangkan hidup/mati jika sesuatu terjadi.

Sesuatu tentang anak sakit, kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan atau kebutuhan bathin serta jasmani/rohani.
Jika semua tak terpenuhi maka kemarahan dan perkelahian sesaat akan mewarnai dalam sebuah mahligay berkeluarga, ironic.

Pria : ”Ehh.. Brow..? Kalo lo di mari terus.. Bisa-bisa lo kena damprat sama mereka..?”

Sobat : ”Ahh.. Peduli syetan…! Ini pan daerah kekuasaaan gue..? Kalo mereka ribut muluw.. ’Ntar gue usir sebab bikin kuping gue jadi caplang…!”

Dari raut wajah sang sobat sepertinya pria semakin terkekeh alias tersenyum bego akibat kesenewenannya.
Kini pria memberanikan diri untuk menghalau sang sobat agar menjauh dari perdebatan dua sejoli yang menjalin bahtera rumah tangga itu.

Pria : ”Brow..? Kalo lo terus-terusan denger perdebatan itu maka lo akan tertekan dan ngga akan mau kawin.. do you understand..?”

Sobat : ”Hahahahaaaa..! Sok inggris lo…! Asal lo tau brow..? Gue lagi nunggu bininye ngelempar kalung emasnye kalo berantem..? Lumayan biar gue lego di pasar inpres, brow..?”

Tanpa disanya dan disangka maka satu kalung dan dua giwang terhempas dari perdebatan dua sejoli bahtera mahligay itu, PROKK…!

2 sejoli (Wanita) : ”Aku ngga butuh emas ataupun berlian…! Yang aku butuhkan hanya Kasih & sayangggggg muw…! Makan nih pemberian muw….!”

2 sejoli (Laki) : ”Busyetttt…! Itu emas 6 bulan gue gajian sayangggg…! ’Napa lo buang begituw…?”

Dan alhasil maka sang sobat menerima keberuntungan yang tak dikira oleh sang pria, emas 24 karat dan rezeki nomplok!

Sobat : ”Lo liat, brow..! Kemungkinan besok celana dalem bininye yang di buang sama si suami, heheheheeee…!”

Pria : ”Syetttt dehh! Sakit lo…! Mudah-mudahan lo ngga begitu-gitu banget kalo udeh bekeluarga….??”

Awan pekat dan lilitan lelangitan semakin membiru bagai pancaran warna pantai di selatan.
Riuh redam deburan ombak dan desiran angin kutub semakin membahana mengutip kepakan sayap burung pantai.

Sang pria serta sang sobat kini berkompromi tentang situasi malam dingin dengan berjalan menuju pegunungan, hiking.
Dengan berbekal puluhan ribu rupiah sang pria mengajak sobat agar mengantar ke pesisir pantai yang menyejukkan, Pakis.
Dengan kecepatan tinggi maka sang sobat menderu kendaraan roda dua ber-sticker wanita cantik yang sangat butut dan mati pajak itu, Ngrengggg…!

Sobat : ”Brow..? Ngeri juga yak! Kalo kawin…? Apelagi kalo di ’stir’ sama si cewe…? Bisa-bisa Kalo mau ’begituan’ harus ada ’dokat’ duluw..? Heheheheee…?”

Pria : ”Jangan banyak ngomong lo..! Hampir kita di srempet sama ’truk’ tuh! Sompret lo! Gue ngga mau mati konyol gara-gara kelakuan lo…!”

Bagaimana dengan 2 sejoli bahtera rumah tangga ituw..?

”Jika kalian ingin membangun pondasi keluarga maka hal sipil atau hal sepele jangan kalian ’Takuti’ sebab semua selalu berjalan sesuai ketentuannya, Lilahhi ’Taala, dan ’tak usah menjerit jika sesuatu menyudutkan muw.. Smua ’kan baik-baik saja sampai mati & saling setia..!” [Rasputin].

imageslivsyal

Feb 24

Sebatas yang pernah kita rasakan dari kekalutan hidup adalah kematian sebab sudah siapkah anda dengan kematian yang tidak dapat diterka sewaktu-waktu.
Berfikirkah anda tentang datangnya kematian saat kita belum mempunyai bekal amal zariyah yang kita tanamkan.

Sepertinya banyak manusia berfikir ketika ia sedang sekarat saja dan atau jika ajal menghampirinya.
Atau mungkin mereka meratap pilu seakan tak ikhlas untuk sebuah nama kematian.

Kata ‘kematian’ memang sangat seram dan syaru, maka dari itu lebih baik kita tidak usah membahasnya lebih dalam, owhh sram!

Saat ini lebih baik kita membahas dua pria yang dijuluki ‘2 cowok blo’on’ yang memang sedikit ‘pin-pin bo’ dan rada-rada ‘ogeb’, lengkap sudah!
Kedua pria itu terlihat memang senang berjalan-jalan untuk menghabisi waktu liburnya di pantai yang terbentang luas.

Dengan segala daya upaya dan rezeki yang berlimpah ruah maka mereka kadang tak segan-segan menghibur diri sendiri.
Menghibur diri disini adalah hal yang lazim sebab dengan begitu kita terjauh dari segal hal yang bersifat negative, amoral.

Namun semua tidak seperti ‘2 cowok blo’on’ itu sebab menghibur diri sendiri banyak kriterianya dan tidak hanya berhura-hura semata.
Menghibur diri bisa saja dilakukan di tempat peribadatan, tempat panti asuhan dan atau tempat-tempat yang membutuhkan uluran tangan kita.

Dan kini mereka pun mengajak tiga wanita cantik untuk berpantai ria walaupun sedikit memaksakan kehendak.
Para wanita cantik tersebut memang penggalang dana dan senang berjalan-jalan pula maka cocoklah dengan kedua pria tersebut.

Pria dan para wanita tersebut memang saling kenal dan bersahabat baik walau kadang sering berselisih pendapat.
Itulah hidup? Selisih pendapat terjadi saat kita mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan persahabatan, egoism.

Dan selisih pendapat ini bukanlah ‘si anu suka sama si anu’ atau ‘anunya anu di suka si anu’.. Maaf? ‘si anu lebih besar anunya dari si anu’.. Waduhh..? Maksud penulis keduanya sama-sama menyukai satu pria/gadis dimaksud, beresss!

Namun dari semua itu sudah menjadi rahasia tersendiri dalam suatu kehidupan kasih di dunia yang fana ini.

Biarlah semua mewarnai hidupnya masing-masing dan selalu saling menyirami kasih sayang satu sama lainnya.
Sebab semua mahluk hidup butuh kasih sayang yang amat sangat dan dengan begitu maka semua menjadi ‘seperti bernafas kembali’.

Saling suka wajar tho! Sebab kita manusia di ciptakan untuk saling berpasang-pasangan, that’s right?

Dengan mengandalkan kendaraan ‘full pressed body’ itu maka dua pria tersebut sepertinya semakin besar kepala saja.
Lintasan jalan bebas hambatan pun mereka kuasai dengan kecepatan yang begitu tinggi dan kencang, dasar dableg!

Cuaca yang cerah membuat mereka tersenyum nakal sebab jika cuaca berubah hujan maka tak pelak kendaraan itu bisa banjir karena bocor.
Entah dari mana asalnya kucuran air hujan itu masuk dan membuat bocor dari kisi-kisi atap kendaraan jika hujan datang.

“Alhamdullilah, brow? Cuaca mendukung.. Kalo ujan mendingan gue naek mikrolet aja dah! Heheh..!”

Kemudian sahabatnya menimpali…

“Hehe.. Gue juga kaga ngarti..! Padahal belinye bukan pake duit nge-garong, hahahaaa..!”

Begitulah sebait kalimat dari kedua sahabat yang semasa kecilnya berbeda dunia alias yang satu miskin dan yang satunya lagi sengsara, podo wa’e!
Dan Cahya mentari dan rembulan pun kini saling berbagi atas peredarannya di atmosfir ini, siklus.

Dengan kepergian para wanita dan pria itu maka suasana serta pesona bumi semakin berbinar, street light.

“Ehemm! Ehemm! Baby.. Beli bengsin dong..? Udeh kronis neeh! Heheh!”

Dan yang di sapa Baby pun mengomentari….

“Jadi kamu jemput kita orang cuman modal sempak doang ya..? Sekarang aku tanya.. Kamu mau yang lurus apa yang belak belok..?”

Dengan pertanyaan seperti itu maka ‘2 cowok blo’on’ itu serempak menjawab…

“Yang lurus lahh.. Baby..?”

Dan sang bertanya pun langsung tertawa sambil menunjukan jari membentuk abjad ‘tanda seru’

“KASIAN DE LO…!!!!!!!!!!!”

Kedua pria itu langsung tertawa dengan mimik yang memerah bagai buah simalakama.
Namun dari semua itu sang wanita tetap memberikan rupiahnya agar kendaraan tidak memble atau ko’it alias mogok.

Seiring jalan berlanjut maka pantai menjadi tumpuan utama persinggahan mereka dan pasir menjadi incaran berbagi rasa, permen kaleee!
Dengan seutas rajutan dedaunan atau tikar maka mereka pun bersanding menikmati hembusan angin pantai, ahh sadingennn..?

Membunuh waktu dengan bersendau gurau, main kertu dan saling mencela memang acara yang indah dan bermanfaat, lo aja kaleee!
Dengan panorama pantai seperti mobil pantai, mobil goyang dan mobil mogok, maaf? Yang dua hanya untuk kesialan orang saja.

Maka semua itu menjadi keindahan yang fantastis dan tak dapat di beli dengan uang hasil ngepet atau hasil korupsi.

Singkat ceritera maka semua menjadi hal yang luar biasa jika kita menikmati hari libur dengan santai dan dompet yang tebal.
Waktu pun menunjukan kelelahannya alias cukup sudah untuk mereka yang bercengkrama menikmati keindahan pepantaian, weekend.

Tak ada pertengkaran, tak ada perselisihan dan tak ada rotan akar pun jadi, lohh! Yang terakhir mah tulisan yang ada di gelas-gelas.
Pokoknya mereka terlihat santai dan kadar otak mereka tidak sekeras batako atau pun seberat paving block, encer!

~
Ada yang harus ku ungkapkan tentang mimpiku
Bercerita soal kehidupan di atas pulau biru
Pulau yang indah bagai surga
Manusia bijaksana hidup penuh dengan kesenangan
Nggak pernah salah paham…
Bicara kita hanya cinta dan cinta
Satu cinta hilangkan naluri saling menghancurkan … !
~
[Slank]

Bagaimana dengan ‘2 cowok blo’on’ itu?
Apakah mereka semakin blo’on atau sebaliknya yaitu semakin amnesia alias lupa pulang?

“Brow..? Ane nginep di rumah lo yak! Sekalian pinjem kolor sama baju..? Bole ye brow..?”

Lalu…..

“Ape si yang ngga buat ente, brow..! Dasar mangkak lo…! Heheee!

-Jakarta Utara, Ketika hawa panas berhembus dan berubah menjadi kenyamanan. Berliburlah dan kepenatan yang menggerogoti otak akan semakin tak ada ruangnya, lv-

imagessea3johny

Feb 04

Rutinitas kinerja pada awal tahun memang sangat tidak terlalu padat pada struktur konfigurasinya.
Namun itu bukan menjadi nyali kendor akibat kurangnya kegiatan persubbag bidang.

Memang dalam transisi kinerja semakin tak tertata rapi bila awal tahun hanya menunggu berbagai anggaran pertahun.
Terlihat manusia perkerja yang kata kasarnya hanya mondar-mandir seperti lalat yang hinggap ke segala kotoran, nemplok!

Namun dalam awal tahun masih saja program rapat yang ‘kejar tayang’ untuk merevisi anggaran agar bisa bernafas kembali, income.
Sebagai aparatur abdi Negara maka untuk urusan mewakili dan diperikutkan rapat maka itu suatu tantangan.

Sebab sebagai abdi Negara mereka harus sesuai sumpah/janji saat dilantik menjadi apparatur.

“Anda siap di tugaskan kemanapun di seluruh bumi pertiwi ini dan itu menjadi sportifitas agar tetap berkompoten dualis serta tanggungjawab demi suatu karier”

Mau di tugaskan di pelosok Nusantara, di Nusa Kambangan, maupun di lobang semut pun mereka harus siap dan melapangkan dada dan ini sepertinya tak berlaku pada anak petinggi, dynasty.
Itulah sekilas ‘single fighter’ untuk menjadi sakses dan tercapai cita dengan rasa pengabdian tinggi, I love my country!

Masih sebel dengan sang Johny..? atau sebaliknya malah makin sayang dengan Johny sang urakan itu, Jiaahhh! Mengkhayal aje lo Johny:)
All right! Mari ber-Johny ria dan dinginkan emosi sebab ini masalah kasih sayang, hiiyyy!

Diawal tahun dengan volume kerja yang sedang-sedang saja maka terlihat tidak terlalu tegang dalam beraktifitas alias santai saja.

Tiba-tiba terdengar ponsel menghubungi sang pria dari sang baby yang pandai dan cakep, swit.. switt!

“Johny.. kita diundang rapat.. Kamu siap ngga! Soale mendadak neeh..?”

Alunan suara peri kecil itu sangat jernih dan sangat merangsang otak lalu pria membalasnya…

“Okay..? gue siap aja baby..? Berapa orang yang diundang..? tapi.. tapi.. tapi ada transportnye ngga.. Soale kocek gue cuman lima puluh rebu doang neeh! Maklum tanggal kramat, heheh!”

Johny meratap dengan penuh rasa iba sebab begitulah adanya karena blak-blakan lebih dominant dari pada ‘sok jaim’.
Dan sang peri pun hanya berekpresi ‘jutek’ akan kegembelan dana sang pria namun peri kecil masih mengerti kondisi pria itu, tanggung bulan brow!

Dari kepergian rapat konsulidasi itu seprtinya satu peri dan satu pria rock n’ roll ada yang tak merelakan, it’s about jeulosy.. peduli amat!
Sebab ini adalah tugas Negara dan Negara tak akan berjalan tanpa kinerja orang pilihan itu.

Malam semakin samara-samar dengan langit yang cukup mendukung kepergian dua partner yang konsekuen dalam mengemban tugas Negara.
Karena pundi-pundi para pelaksana kerja cukup minim maka keajaiban selalu bersama dua partner tersebut.

Tiba-tiba tangan keajaiban datang memberikan tumpangan agar kami selalu selamat dan aman terkendali, earthquick kaleee!
Sang pria entah mengapa tiba-tiba juga mau bergabung dengan surat printah tugas itu dan padahal ia ‘cekak’ dan tak membawa salinan, modal nekad brow!

Kini saatnya kami berbaur dengan para nara sumber dan moderator yang masih level satu, you know?
Akan tetapi dengan langkah tersebut maka semua akan menjadi perkembangan untuk sesi berikutnya, amien & thanks God.

Kemudian Rapat di mulai sesuai prosedur makalah yang telah di siapkan dan perserta menyimak dengan seksama walau sebagian ada yang kurang paham dan ngantuk.

Tiba-tiba dari arah belakang sesuatu menghentak telinga sang pria akibat panggilan sang peri yang redup.

Prakkk..!

Dan secarik kertas menghantam telinga dengan sangat kejam dan keji.
Pria menoleh dan ternyata peri cantik lagi manis yang sedang datang bulan menyakan sesuatu.

“Psssttt..! Johny kamu mau nitip baju sama kolor ngga..? kita orang mo belanja neeh!”

Lalu pria hanya ‘nyengir kuda nil ‘dan mulai menulis di secarik kertas….

***nitip donk..? talangin dulu yeh, heheh! Sekali-kali cewek modalin dulu.. lagi cekak neeh!:) you rock!

“Aku juga ngga bawa duit..? Kenapa kamu jadi ‘merki’ begetoh, Johnyyy…!”

Sang peri kecil pun menggerutu sebab ia bermaksud agar sang pria menitipkan berjuta rupiah untuk shoping, mhhh.. woman?

Dengan senyum peri kecil yang termanis maka sang Johny semakin lega, plong dan semakin mengidolakan, weqz!
Hari semakin larut dan rapat ‘yang itu-itu saja’ ditutup dengan sedikit argument Tanya jawab yang tak sesuai dengan prospeknya, isi lama, cover baru, proyek 13:)

Kini saatnya pria mencari-cari waktu agar bisa bersama dengan para partnernya.
Segala makalah, perubahan format dan peraturan terbaru mereka pelajari.
Sepertinya sang pria ingin berlama-lama dengan partner nya itu sebab itu moment terindah dari yang pernah mereka lalui, love will find away, brow!

Kemudian saat penutupan dan perpisahan Rakernas telah usai mereka pun sedikit gundah sebab uang transport sangat begubet dalam hal rapat dadakan dan itu sudah menjadi rahasia komponen.

Kini saatnya pulang dan karena Peri kecil selalu di itari ‘dewi fortuna keajaiban’ maka hal sepele itu tidak menciutkan ambisinya.
Dengan pertemanan yang baik maka seseorang karabat menawarkan kendaraanya untuk bergabung menuju pulang.

Kini saatnya berkonvoi menuju rumah yang manis walau kendaraan sumpek dan awut-awutan sebab sang peri dan pria tidak membawa kendaraan pribadi, masih di dealer, brow?

Karena sang penawar kendaraan sangat familiar maka semua menjadi ‘fresh’ tanpa ada kecemburuan social.
Dalam lintas perjalanan sang Johny diam seribu bahasa denga peri kecil akibat ‘palang merah’, jika salah bicara bisa di cekek, heggr!

Dalam benak Johny hanya ada satu visi dan misi tentang kasih sayang, yaitu….

“Selalu berdekatan dengannya adalah anugrah dan keajaiban selalu menghangatkan gelombang kasih”

Namun pria memberanikan diri untuk berbasa basi basi….

“Baby.. kamu A…I.. U.. E.. O.. Byar Pettt..!”

Sang pria sepertinya kelibet lidahnya untuk berkata sesuatu yang sangat menjurus ke pertanyaan rapat kerja yang tadi di ulas, halaghh!

Tiba-tiba sang ‘driver’ bertanya agar sang pria tidak nervous…

“Johny emang rumah kamu dimana..?”

“Di Priuk mas..? jawabnya.

“Lohh! Kenapa ngga bareng sama pak Samiyo..? Dia khan rumahnya di Priuk juga..?” selanya.

Johny pun mulai ‘blank, drop dan keram otax’ sebab ngapain juga ke Tangerang ikut tujuan mereka, katro banget lo johny!
Ada alasan tertentu dari sang Johny yang sedang ‘blank’….

Johny pun membela diri dengan jurus ‘kadal klewer’ pada sang driver….

“Anu..anu.. Saya mau mapir ke rumah temen, mas, heheh!”

Mau tau apa yang ada di benak Johny?

Ia hanya ingin berdekatan lebih lama denga peri itu dan selalu menjaga dari segala marabahaya, malapetaka dan perbuatan jahat lainya, laga lo tengik Johny:)

Yang lebih menyedihkan dari sang pria adalah baju dan atributnya kering di badan alias : one sempak, one t-shirt and one kaos kutang yang hampir beraroma ‘asem manis bumbu cuka’ sebab tidak membawa ganti akibat ‘dinas dadakan’.
Dan sang pria tidak lupa menitipkan perinya kepada karabatnya satu kendaraan agar sang peri tidak di gondol ‘pria hidung belang’.

- Jawa Barat, struktur financial yang menjadikan berjalannya pembeharuan kredabilitas Keuangan Negara agar lebih in front of. Dan… pria ingin lebih dekat dengan nya walau nganternya setengah jalan, sorry:) -
imagesangelsjohny3

Jan 28

~
Jika suka, mau dan ingin..
Ambilah? Makan?
Sebab manusia tak ada yang pernah puas dengan apa yang dipunyai
Karena..
Cinta
Kasih
Sayang akan..
Membakar lalu merelakan cintanya atas kerakusan hasrat/ambisi itu
Hayooo.. Ambil..!
Semua muak dengan opera ini..
~
-matanaga-

images-baby-bluesjohny3

-memulai dari membaca post my friends blog ‘depz’ “Ada yang punya korek..? Terima Kasih..?-:)

Jan 25

Bila ingin memaksakan diri atau kehendak maka sesuatunya akan berujung tidak nyaman.
Dan namun kadang pula memaksakan kehendak adalah cara yang baik agar kesemuanya menjadi sempurna dan segala masalah terselesaikan.

Penulis yakin, bila anda kadang melarut-larutkan masalah dan akhirnya masalah memanjang dan semakin bermasalah.
Kita tidak bisa menepis semua hal tersebut karena padatnya kinerja yang bervolume sangat tinggi.

Tapi dengan tanggungjawab yang anda punyai maka hal/masalah tersebut akan selesai dengan sendirinya.
Selesai disini bukan diperuntukkan bagi orang yang buron atau mengakhiri hidupnya agar masalah tersebut selesai.

Selesai adalah segala sesuatunya tuntas tanpa ada saling di rugikan di kedua belah pihak.
Tanggungjawab, berani berkorban dan bijaksana adalah sifat penyelesaian masalah dengan sempurna.

Penulis yakin lagi, bila anda masih ada masalah atau sangkutan dengan bank, dealer ataupun pihak penggandai?
Anda tidak usah mangkir? Sebab ‘negara’ pun masih punya hutang piutang yang maha dahsyat akibat bantuan luar negeri, o.. a.. lahhh..! Biyung..!

Seiring waktu berjalan maka pendapat diatas hanya pelajaran hidup yang mesti kita siasati agar tidak terjerumus pada tindak kriminal.
Kriminal di maksud adalah dengan mengumpulkan orang agar mau ikut dalam arisan-arisan ‘siluman’ atau jejadian.

Arisan siluman disini adalah menjadikan para nasabah atau anggota agar menyuplai dana kekayaan mereka.
Iming-iming dan berbagai ‘janji muluq’ di umbar agar mereka semakin berharap dan mengharap akan menjadi pemenang.

Hadiah berupa rumah, mobil dan seperangkat alat sholat pun di utarakan sehingga para nasabah itu tergiur.
Dan pada saat dana mereka mengalir dengan derasnya maka sang penggagas arisan itu akhirnya kabur.

Kemudian para nasabah hanya gigit jari dan sang pengagas arisan itu pun hanya berujar ‘kejarlah daku.. kau ku cipoa’in’.

Baiklah? Dari semua itu memang sangat disesalkan dan akan menjadi pengalaman yang berharga bagi para korban.
Oleh karena itu diminta agar saudara selalu waspada dan tak termakan rayuan dan buaian serta tidak pernah antusias untuk menjadi kaya mendadak.

Bekerja dan selalu sportif adalah faktor utama untuk mendapatkan segala yang anda inginkan.

Rintik hujan sepertinya tidak sepenuh hati dan siramannya hanya membuat sakit kepala akibat uraiannya.
Namun gambaran rintik hujan tersebut sangat fantastis karena serpihannya halus dan sangat lembut.

Di teras rumah duduklah seorang Sugi.
Nama panjangnya adalah Sugila dan nama itu sungguh dominan dengan hal-hal yang menyangkut faktor mental.

Sugi memang supel dalam pergaulan namun agak rendah diri karena postur tubuhnya yang memang pendek.
Banyak sahabatnya menjuluki sang Sugi ‘pendekar maut’ alias ‘pendek kekar makan baut’ akan tetapi wajah Sugi sebenarnya menjurus ke babyface, weqz!

Dengan ke luguan wajahnya maka sang Sugi bisa ditafsirkan mudah di kelece’in, mudah di kibulin dan mudah di kompor-komporin.
Itulah Sugi, pria yang mewarnai hidupnya dengan kelapangan dada, kesabaran hati serta berjuang hidup setulus hati.

Kenyataan pahit yang pernah Sugi alami adalah ditelanjangi habis-habisan di depan banyak orang karena kesalahan kecil.
Ditelanjangi disini bukan sang Sugi telanjang bulat dan menari di depan mereka akan tetapi ditelanjangi ialah dijelek-jelekan.

Itulah hidup dan sang Sugi harus menerima kenyataan yang memang di peruntukkan agar ia tetap tenang dan kuat.
Sugi berpendapat bahwa semua yang mereka telanjangi adalah sikap manusia yang kurang memaknai hidup dan selalu merasa kekurangan.

Dari semua yang Sugi dapatkan adalah bagaimana menyingkapi semua kejelekkan yang bukan ia lakukan.
Sebab ia berpedoman bahwa ‘lebih baik menelanjangi diri sendiri untuk berkarya daripada menelanjangi orang lain untuk menjatuhkan’.

Dan beruntunglah Sugi mempunyai sahabat yang bernama Abdul Waras yang selalu menemani dan menguatkan.

“Biarkan saja orang mau berkata apa, brow..! Paham..!”

Begitulah sesumbar Abdul Waras kepada sang Sugi yang sedang terpaku menatap langit sambil meneteskan obat mata ke kelopak matanya.

“Hidup ini rumit tapi indah.. Seindah sorga bila lo tetap menikmati dan tersenyum..”

Abdul Waras pun masih memberikan kekuatan magis alami kepada sang Sugi yang masih meneteskan obat mata agar matanya tidak bintilan.

“Woyyy…! Berape tetes tuh..! Jangan maen-maen sama bahan kimia..! Entar mata lo jadi pice..?”

Sugi pun masih tetap dengan pendiriannya yang terpaku menatap langit dan kali ini ia mengedip-ngedipkan matanya yang penuh kotoran mata, beleq.
Kemudian sang Abdul Waras pun menyapanya kembali…

“Brow..! Keliatannye enak..? Tulung tetesin ke mata gue dong..? Perih nih.. Abis ngintipin orang mandi..heheh!”

Kedua sahabat itu pun tersenyum sebab mereka pernah menangkap basah tetangganya yang sedang ‘ngintipin’ seorang babu yang sedang mandi, menjijikan:)

Maaf? Hanya ini yang bisa di utarakan..
‘Lebih baik menelanjangi diri sendiri untuk berkarya daripada menelanjangi orang lain untuk menjatuhkan’
imagesyou_redjonhy3
Ada yang lebih gila dari perilaku mereka..? Mereka pandai dan masih berkarya! You Rock, guys!
Tetap semangat friends, you know!

Jan 16

***23 Maret 1993, Waktu menunjukan Pukul 09.38

Hambusan angin menerpa lembut wajah sang pengendara dengan lajunya kendaraan roda dua yang pria kemudikan itu.
Dari rona cahya matanya terlihat ia begitu menikmati laju kendaraan tersebut sebab baru tiga hari ia belajar mengendarai.

Perlengkapan berkendara cukup memadai agar keselamatan tetap terjamin dan jauh dari kecelakaan yang datang tiba-tiba.
Jika diamati maka perlengkapan pria tersebut mirip seorang astronot karena sangat menjurus ke hati-hatian dalam berkendara.

Karena pengalaman berkendara yang baru ‘seumur jagung’ maka ia terlihat agak ragu-ragu bila ingin berbelok pada pertigaan jalan.
Matanya melarak-lirik kekiri dan kekanan lalu kakinya menapak aspal seperti ingin mengerem.

Kemudian pria itu sampai pada puncak titik aman berbelok dan…

Gabrukkk…!!!

Karena pria itu hanya memastikan sepinya lalu lalang kendaraan maka ia tidak memperhatikan adanya seonggok becak yang sedang ‘ngetem’ menunggu penumpang.
Beruntung sekali sang nakhoda becak tidak berduduk manja di atas becaknya itu.

Becak pun terpental dan motor sang pria terjungkal beberapa meter dari becak tersebut.
Roda becak kini membentuk angka delapan akibat hentakan yang keras dan terpal atap becak pun lepas entah kemana.

“Yiiaaaaaahhh..! Emak lo besok ngga ke pasar deh John..!”

Gerutuan dan maki sang tukang becak membuat hati pria itu terkesima sebab tukang becak tersebut adalah langganan ibunya untuk mengantar ke pasar.
Lalu sang pria tertatih dengan kostum astronot yang sedikit robek akibat menghantam aspal akibat terjatuh.

“Duhh! Sorry Bang Ukar..? Gue ngga liat becak lo ngetem tadi..? Abis rem gue juga ngga ‘gigit’..?”

Bang Ukar yang pemilik becak hanya melotot melihat becak idamannya yang nyaris ambrol akibat hantaman motor pria.
Kalau saja pria tidak kenal pemilik becak tersebut maka sang pria bisa di habisi oleh perserikatan becak Bang Ukar itu.

“Bang..? Buru dandanin becak lo..? Entar gue yang bayar yeh..? Biar emak gue bisa lo anterin ke pasar.. okay..?”

Dengan kesempatan itu maka pemilik becak mengkalkulasi kerusakan fisik dan juga menghitung biaya ‘rasa kaget’ akibat becaknya yang ‘ngga perawan lagi’.
Dan sang pria tetap membayar semua yang di kalkulasi oleh pemilik becak itu dan pria membayar tidak sampai menjual sawah orangtuanya:)

***17 Mei 1997, Waktu menunjukan Pukul 17.13

Dengan berjalannya waktu yang semakin cepat kini pria semakin heboh saja berkendara.
Sebab ia sungguh menguasai emosi dan menguasai jalan bila berkendara dan itu sangat diperlukan agar selamat di jalan.

Jika lampu hijau ia memulai menancap gasnya agar melaju dan jika lampu merah ia mulai mengerem laju kendaraan agar berhenti.
Bagaimana jika lampu kuning?

Ketika lampu jalan raya menunjukan warna kuning seharusnya pria itu memperlambat laju kendaraan.
Namun sebahagian orang masih ada yang memperlaju kendaraan jika lampu menunjukan warna kuning.

Termasuk pria tersebut itu pun memperlaju kendaraannya jika lampu kuning dan akibatnya…

Gabrukkk…!!!

Karena memperhatikan lampu traffict jalan saja maka pria itu tidak mengetahui jika kendaraan roda empat di depannya malah sudah memberhentikan kendaraanya.
Motor pria menubruk ‘bemper’ belakang mobil dan lampu traffict masih berwarna kuning.

Setelah pria terjatuh maka lampu traffict berubah warna menjadi merah, sial amat lo Johny!

Pengendara mobil tidak mau ambil peduli dan sang pria di caci seenak jalan ‘mbah moyang’nya.
Dengan ‘bemper’ yang penyok maka pria tersebut harus membayar penuh kerusakan mobil orang itu.
Kali ini setengah gaji pria dalam sebulan habis buat mengganti rugi mobil yang di seruduk hingga penyok itu, na’as!

Pria yang sang Johny hanya lecet di sikutnya saja dan dengan ‘santoplast’ dari seorang Polwan yang baik hati maka luka lecet itu sirna:)

***03 November 2005, Waktu menunjukan Pukul 14.13

Dengan berkendara ‘safety’ maka semua akan baik-baik saja jika berada di jalan raya yang hampir menelan ratusan nyawa dalam kurun waktu sehari.
Pria itu sepertinya selalu waspada jika ingin pergi kesuatu tempat yang di lalui berbagai tingkah polah aneh para ‘the biker’ yang gahar.

‘RPM speedo meter’ pria menunjukan 70 kilometer/jam dan terlihat santai untuk ukuran orang-orang yang kalem berkendara.
Dengan perlengkapan mirip ‘astronot’ yang ia miliki maka ia pasti akan slalu aman.

Gabrukkk…!!!

Pelan sudah..? Hati-hati pesti..? Perlengkapan berkendara komplit..? Tapi sang pria masih saja si seruduk dari belakang oleh pengendara lain, oh no!

Dengan hentakan yang keras itu maka motor sang pria oleng kekanan kekiri kemudian sang penabrak malah terjungkir balik akibat hilang kendali.
Dan kemudian pula karna kaget maka kini pria pun ‘ngusruk’ ke parit pinggir jalan, halagh!

“Ngga apa-apa, brow..! Pegang tangan saya.. Kalo ngantuk istirahat dulu, brow..?”

Sesorang membantu sang pria berdiri dan memberitahu bahwa sang ‘penubruk’ sudah ‘lari kocar kacir’ takut di mintai ongkos ‘gono gini’.
Kali ini pria juga beruntung sebab cuma bengkak dijemarinya dan gaji satu bulannya utuh tanpa membayar ‘ongkos kecelakaan’.

-By Pass, Jalan yang selalu terjadi kecelakaan dan jika ada kecelakaan maka hampirilah sebab kemungkinan sanak family anda adalah korban. Kita membantu niscaya mereka selalu berkata ‘Pegang tangan saya’ untuk menolong-

“Begini ni.. kalo mau aman bermotor Om..? o ya, jangan lupa bedo’a Om..?:)
images3astronot

Jan 15

JOHNY WAS HERE….
Entah kalimat itu terngiang dan tertera di dalam posting atau cerpen seorang penulis amatiran yang di bilang ‘ngarang’ oleh seseorang.

‘Ngarang’ atau tidak? Belum tentu mereka bayar sesuai tarif, kasarnya!
Tanpa ‘ngarang’ disini bahwa kisah itu tidak ada apa-apanya alias ‘gundul atau pitaq’.

Akan tetapi itulah yang di dapat dalam otak kecil sang penulis pada malam ini ketika penulis menyepi.
Memang Johny adalah faktor utama dalam tulisan ‘lebay’ sang penulis, namun ia selalu berbagi dengan Johny walau ‘bagi hasil’ agak sedikit miring, you know?

Pada suatu waktu ketika Johny menyendiri dan kesepian maka ia selalu menyempatkan diri untuk menyepi, cari inspirsi brow!
Dengan cigarette di jemarinya ia selalu ber-imajinasi dalam sepinya kemudian sebuah bayang menghampirinya.

“Kamu nunggu siapa..?”

Sebuah bayang bertanya dengan mimik yang sangat tak bersahabat dan sangat melecehkan sang pria.
Melecehkan karena pria tersebut berpakaian seadanya di tempat yang formal alias tempat kenegaraan.
Dan sepertinya penanya tersebut memang sudah ‘tidak resep’ dengan tingkah sang Johny.

“Saya pegawai sini Pak..? Sedang santai, hehehe..?”

Sang pria adalah Johny selalu mengumbar senyum agar tak ada pertengkaran.

“Pakaian kamu seperti pemaen golf aja..? Ini Kantor..?? Pakaian kamu itu ngga mencerminkan edealisme..?”

Pria pun tetap pada pendiriannya dan makin bersantai ria lalu memperhatikan petinggi alias sang penanya sambil menghisap ciggaret andalannya.
Sang petinggi atau penanya sepertinya terlalu ‘otoriter’ akibat kekuasaan yang bergejolak dalam sanubarinya.

Kemudian pria bertanya kembali…

“Bapak.. Pak Fauzi ya..?”

Lalu sang petinggi menjawab dengan lantang…

“Iya..? Koq kamu tauuu…??”

Sang pria yang bernama Johny masih tersenyum manis dan malu-malu itupun menjelaskan..

“Saya Johny.. Putra Pak Joso..? Jadi tau seluk beluk, Bapak..? Ehh.. Bapak dapet salam dari Papa Saya..? heheh!”

Kini sang Petinggi alias sang penanya semakin risih dan riskan akibat keterangan pria tersebut.
Dari gelagat dan perilakunya sang petinggi itu sepertinya ‘salting’ kemudian berpolah aneh.

“Ooo.. Pak Joso..? Gimana kabar beliau..? Napa kamu ngga bilang dari tadi.. Kalo kamu itu putranya..?”

Kini sang pria alias Johny tetap pada prinsipnya yaitu ‘santai dan senyum’ dan bergumam dalam hati….

“{Get out of my fuckin’ face, sir!}”

Itulah sekelumit dari ‘Johny was here’ ketika ia menyepi dan di pecundangi karena ke-masa bodo’annya dan ia ingin selalu bebas bergaya.
Dan diatas tadi sekelumit para petinggi yang merasa berkuasa akibat kemunafikannya tanpa menyelidiki karena siapa ia bisa berkuasa, it’s all about my Dad!

Dengan rasa hormat maka sang pria berpamitan pada sang petinggi untuk mengerjakan sesuatu hal penting untuk Negara.
Kemudian sang petinggi hanya merelakan pria berpamitan lalu berkata…

“Ehh.. Johny! Pakaian kamu keren..? Kalo ada waktu.. Kita maen golf bareng ya..?”

Sang pria masih dengan senyum tipis dan tersungging bergumam dalam hati lagi….

“{Tadi bentak lo! Sekarang ngajakin ba’e-an.. Maen gundu ajeh..? gue ngga bisa maen golf..!}”

Pria pun terkesima kemudian hanya menundukan badan atas hormat yang selalu ia berikan pada sesepuhnya.
Dari tanya jawab tersebut membuat pria semakin risih dan gondok sebab mereka tidak pernah menghormati ‘Jadi siapa.. Dari siapa’.

Okay…?
Itulah pengalaman dari sang pria yang beragumen dengan petinggi yang berkoar seenak tahtanya, sentimen.
Dan pada dasarnya adalah salah besar bila kita juga membanggakan nama orang tua sebab belum tentu semua pihak menghormatinya.
Intinya ‘kekuasaan yang kamu peroleh adalah pelajaran agar tidak membuat kesombongan diri’.

Malam semakin pekat dan tak tertanggulangi akibat cuaca yang semakin sulit di prediksi.
Alunan musik dari loud speaker metromini pun terdengar samar-samar namun pasti dan itu membuat sang pria kembali bernapas lega.

~
Lihat aku di sini
Bertahan…
Walau kau lukai
Hati dan perasaan ini
Tapi entah mengapa
Aku bisa memberikan maaf, padamu
Mungkin karena….. Cinta…
Kepadamu.. tulus dari dasar hatiku
Dan percaya.. Nanti kau pun ‘kan mengerti
~
(Rama)

Dengan sekelumit asa dan rasa maka sang pria berfikir lagu itu kurang ‘nge-rock’ namun cukup mengobati kegundahannya.
Kini sang pria yang bertajuk Johny meng-klik facebook anaknya yang terkasih dan mendapatkan ‘fotowajah’ mereka.
Bahasa anak-anak memang harus dijawab dengan bahasa mereka dan itu hanya lelucon dan ‘ngomong itu memang tak mudah’ tapi aku sangat sayang:)

“Pap..? Kapan kita dapet Mamam baruuuw..?” Aura bertanya sembari memegang ‘mpusss!’ dan zhika sang sepupu pun tersenyum:)
aura-zhika:)

“Sabar sayanggg..? Waktu kurang bersahabat dan Pacar Papap itu ‘aneh’.. Papap mo cari modal dulu wat kawin…??:)
papah-and-aura:)

“Janji adalah utang…? Kalo Papap bo’ong biar Monty cakar Papap sampe korengan dan budukan, xiiixixixi…?:)
aura-monty:)

-Grand Residence, Bekasi Timur. Saat Peri kecil berlibur menyambut pergantian tahun dan membuat sang pria hidup kembali. Cepat sembuh y, lv :) -

Jan 07

Kata-kata yang disampaikan dari mulut ke mulut kadang berlainan makna dan itu menjadi makanan sehari-hari setiap manusia.
Penyampaian dari mulut ke mulut bukan berarti berciuman atau main lidah sesama manusia.

Tetapi penyampaian pesan dimaksud kadang di tambah-tambah atau malah di besar-besarkan.
Pesan yang bersifat biasa dan sederhana disampaikan oleh manusia menjadi pesan yang sangat heboh bin geger.

Kadang penyampaian ‘pesan’ dengan penyampaian ‘rezeki’ sangat berbeda dan rezeki itu sudah menyangkut kebutuhan dapur masing-masing tentunya.
Jika penyampaian pesan terlihat di besar-besarkan maka penyampaian rezeki malah di kecil-kecilkan alias di potong atau ‘di betrik’.

Pernahkah anda menyampaikan pesan kemudian malah mendapat musibah?

“Salam sama dia ya..? Bilang dia itu cakep, hehehe..?”

Dan penyampaian pesan tersebut menjadi…

“Kamu dapat salam..? Katanya kamu cakep sebab dada dan pantatmu montok..?”

Dan dapat di tebak? Dalam tempo tiga hari tiga malam penerima salam itu langsung mencemberuti dan menyumpahinya.
Dan kemungkinan besar beruntung sebab tidak di pelintir batang lehernya akibat penyampaian salam yang di lebih-lebihkan itu.

Lalu apakah anda pernah ‘di betrik’..?

Jika pernah…? “Kasian de lo!”

Karena ‘di betrik’ memang tidak pandang bulu? Apakah anda miskin, melarat atau gembel sekalipun.

Uang yang dititipkan semisal tiga juta rupiah namun ketika di berikan sang dituju hanya menjadi satu setengah juta rupiah saja, ngenesin.
Dan disini penulis yakin anda sekalian tidak pernah ‘di betrik’ akan tetapi hanya di kenai pajak saja.

Jika anda ingin ‘maen cantik’ atau ‘maen mulus’ maka pajak adalah sasaran yang tepat untuk ‘mem-betrik’ namun berujung bencana, d‘gayusboy!
Jika anda ingin mengetahui dan mengenali wajah seorang ‘pem-betrik’ maka semua dapat anda lihat dari raut wajahnya.

Wajah ‘tukang betrik’ dapat anda kenali dengan adanya ‘dua garis hitam diatas matanya’.. Pssttt!:)

Okay..!
Penulis hanya mendefinisikan sesuatu hal yang menurutnya wajar dan simple-simpel saja.

Bumi kini tertutup awan mendung namun tak berhujan dan desiran angin berhembus sangat kuatnya.
Pepohonan bergoyang-goyang seirama hembusan angin kemudian tidak lama kemudian pohon pun roboh akibat kuatnya angin, gusrak!

Tampak sang pria mengelus dada akibat peristiwa tersebut sebab kendaraanya nyaris ringsek jika tertimpa dahan pohon tersebut.
Dan perut pria itu juga nampak kembung akibat kerasnya angin berhembus lalu ‘gas beracun’ nya mulai bersahut-sahutan, kentut.

Akibat peristiwa tersebut kini sang pria mengalihkan tujuan agar menjauh dari ruang pepohonan yang tiba-tiba bisa membuat cilaka.
Tempat yang paling indah saat itu adalah pangkas rambut ‘Asgar’ (Ayik garuk atau Asli garut, entahlah).

Karena memang sang pria ingin tampil rapi dan segar di tahun ini maka tempat itu menjadi tempat impian yang tepat.

“Cukur dong..? Tetep keliatan panjang dan di rapihin ajeh..? Okay brow..!”

Tanpa banyak interupsi dan tanpa sok kenal, sok deket maka sang tukang cukur tersebut kini berlaga bak Rudy Hadi Suwarno.
Dan kegemulaian Rudy kalah besar di banding tukang cukur tersebut sebab cara bercukurnya sangat aneh, krezz.. krezz.. plak!

“Brow! Kalo nyukur tuh pelan-pelan..? Jangan pake ngeplak segala..! Sama aje lo pitrahin pala gue..?”

Dengan teguran itu sang pembantai rambut hanya cengar-cengir dan seperti tidak mengindahi omelan sang pria.
Tujuh belas menit berlalu maka sang pria mulai mengerutkan dahinya kemudian berkata…

“Brow! Model ape neeh! Napa jadi panjang sebelah rambut gue..!”

Karena pria bertanya maka sang tukang bantai rambut itu menjawab…

“Khan suruh di rapihin rambutnya..? Emang ada yang salah, boss..!”

Karena ‘miss komunikasi’ maka ada perdebatan antara mereka dan sepertinya sang pria hanya terdiam.
Lalu sang pembantai rambut membela diri…

“Katanyaaa…? Jang..? Di rapihin aja ya..?”

Lalu pria dengan rambut depan yang panjang sebelah meralatnya….

“Yiaaahhh..! Ancurrr.. deh..!”

Miss komunikasi tersebut adalah…

“Cukur dong..? Tetep keliatan ‘panjang’.. Di rapihin ajeh..? Okay brow..!” pria mengulang dan mengiba.

Dan yang terdengar sang pembantai rambut adalah….

“Jang..? di rapihin ajeh..?” pencukur hanya mendengar ‘Jang’ dan bukan kata ‘Panjang’.

Sang pencukur yang asli orang Sunda memang identik dengan panggilan ‘Jang’ itu hanya termangu menatap cermin kaca.

“Diterusin ngga..? Kalo begini mah model si ‘Stokon Yu’ Boss..? hehehe..!”

Dengan model belahan rambut yang panjang sebelah itu maka sang pria juga termangu menatap tajam cermin kaca.

“Ude deh..! Lo rapihin rambut gue ‘JANG’..? Kasih jambul dikit biar sekalian kaya burung ‘celepuk’..! Sompret!”

Dengan mimik yang merasa bersalah maka sang pembantai rambut sedikit agak gugup.
Dan kini pria pun hanya menutup mata dengan berjuta emosi yang teredam sebab ia terbiasa dengan rambutnya yang ‘semi panjang’.

Entah angin apa dan tiba-tiba pencukur tersebut mulai menyalakan radionya yang sudah kusam dan dekil.

~
At the moments I should cry
For I love you.. oh I need you
Oh, yes I do..
Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
It makes me so afraid..
~
(Daniel Sahuleka)

“Lagu siape tuh Jang..!” pria mulai mereda amarahnya.

“Ngga tau boss..? hehehe..?” pembantai rambut menjawab sesekali membunyikan guntingnya seperti pendekar film kung fu.

“Cari lagu Indonesia ajeh..! Laga lo tengik..!” pria mulai me-request lagu.

Seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, di cucuk udelnya dan di cucuk lidahnya, maaf? Yang dua hanya untuk korban trend dan mode saja, kemudian pembantai rambut itu mencari frekwensi radio.

~
Ku bahagia merasakannya
Andaikan aku bisa di sini selamanya
‘tuk menikmatinya
Sungai mengalir sebebas aku berpikir
Hembusan angin dingin membawa aku berlari
Mensyukuri semua yang telah kau beri
Hati yang rapuh ini kau kuatkan lagi, baby..
~
(bip)

“Seep..! Stop..! Gue mo denger lagu ini..!” pria mengelus-ngelus sisa rambut yang hampir jatuh ke lantai akibat guntingan sang pembantai.

“Emang lagu siape tu, boss..?” sang pembantai mulai bae-bae’in sang pria.

“Ngga tauuuu…!” Laga lo makin tengik…!” kini pria merasa ‘seri’ atas perlakuan sang pembantai rambut itu.

-Selamat datang 2011, semoga perubahan serta kebaikan selalu menjadi acuan yang berarti dalam kinerja tahun ini, lv-

“Rambutku.. mahkotaku.. rambutku yang malang..?”:)
samp1c6a835e8d857f21johny

Des 27

Masih dengan tingkah laku yang bersahaja dan penuh keyakinan kini gadis mungil sedikit manja itu masih bersandar di meja kerajaannya.
Bermacam perabotan memenuhi meja kerjanya dan segala perkakas dapur pun bergeletakan.

Jika di lihat memang sedikit janggal meja kerja tersebut sebab melebihi keruwetan jalan raya yang terlihat di jalan-jalan metropolitan.
Ada pisau, serbet, kulit buah-buahan dan ATK tentunya.

ATK disini bukan Anak Tukang Kredit, akan tetapi ATK yang dimaksud ialah Alat Tulis Kantor.
Pria pemantau itu hanya geleng-geleng melihat pesona meja kerja sang gadis dan berfikir…

“Welehh..! Welehh..! Besok-besok.. Bisa jadi tempat jualan gado-gado nih meja..??”

Itulah yang terlintas dari otak kecil sang pria karena kadang wanita karier lebih mementingkan jual-beli.
Eeittzz..! Jual-beli yang dimaksud bukan berarti ‘jual harga diri’ dan ‘beli keperjakaan’.

Jual-beli yang di paparkan adalah senang mempromosikan barang-barang yang sedang trend atau pun yang sedang ‘up to date’.
Itulah yang terlintas dari otak kecil pria terhadap gadis mungil tersebut ketika melihat meja kerjanya yang terkesan ‘awut-awutan’.

Tiba-tiba sang pria tertangkap tangan oleh sang gadis ketika pria memperhati meja kerjanya dan…

“Hayoo.. Hayoo..! Mau nuker tinta toner aku ya..? Aku tau kalo tinta toner kamu itu habis..! Hayoo..! Sana.. Sana Jauh-jauh..!”

Sang gadis memvonis sang pria tanpa ‘prat-pret-prot’ alias berfikir jernih dan akibatnya pria membela diri…

“Dihhh!… Gue ngga segembel ituw kaleee..! Gue cuman eneq liat meja kamu yang ‘pasar’ banget..? Heheheh..!”

Belum habis tertawa sang pria maka dengan sangat tiba-tiba potongan buah tomat meluncur ke pipi pria, plekk..!

“Jiaahhhh..! Bener-bener lo, baby..? Kalo becanda kaya orang pasar yang ngga punya lobang puser..!”

Karena biji-biji tomat masih menempel di pipi sang pria maka tak pelak sang gadis pun cekikikan melihatnya dan berujar…

“Jangan di apus tomat di pipi kamu..? Sini.. Deket aku.. Biar aku tambahin garem, cabe sama terasi..! Heheheh..”

“Somprettt! Gue kira mo di cium..! Ngga taunye kamu mo uleq yeh..! Kamu pikir pipi gue cobet..!”

Sang pria mulai membaca maksud dari kalimat sang gadis mungil itu dan kini mereka berdua tertawa lepas tanpa di komando’i.
Dan dari itu semua ada kalanya hal-hal yang menjurus pada rasa kebersamaan agar tidak ada rasa kepenatan dalam bekerja.

~
Duhai engkau sang dewi ciptaan raja
Dari langit kau turun ke dunia
Ku takkan berhenti
Beri cinta dan rinduku
Sampai kau mengerti dan pahami..
Setiap hembusan nafasku
Kulakukan yang terbaik untukmu
~
(Tic Band)

Untaian lagu memecah dari televisi 21” ruangan indah tersebut dan video klip terpampang dengan jernihnya.
Sang pria memperhati dan sang gadis pun menyimak lalu kini mereka tersenyum saling berpandangan kemudian..

“Apaaaaa…..! Tivi-nya kamu mo tuker juga sama tivi yang di rumah kamu ya..?”

Sang gadis kembali mencela riang sang pria yang masih memperhati klip tersebut.

“Hahaha..! Lagunye cocok wat kamu, baby..? Yang nyanyi orang banyumas tuh! Heheh!”

Kini pria memberikan simpati dan memuji seperti halnya seorang pelatih dengan pemain bola, gocek brow!

Tanpa terasa waktu pun beranjak dewasa alias pagi berganti malam dan kemudian saatnya mereka berpisah untuk sesaat.
Entahlah..? Kadang sesuatu yang indah memang menjadi tumpuan agar kita menjadi kerasan untuk berlama-lama.

“Hayoo..! Pulang.. pulang..? Ini departemen dan bukan apartemen..! Kalo ngga punya istri.. ya inget anak lahh..! Dadahhh..!”

Kalimat yang simpel dan penuh makna itu terlontar dari bibirnya yang mungil dan pria hanya melotot dan tersenyum mendengar kalimat tersebut.

“{Bukam maen..? Kalo udeh ngomong ‘tajem’..? Ape lidahnye di asah pake batu pualam saban hari yeh…? Heheh!}”

Sang pria pun bergumam dalam hati dengan penuh kekaguman atas karunia yang gadis itu miliki, miracle not magic.
Kini pria itu pulang dan kembali menyepi dengan berbagai ‘pusing o la la’ yang menggelayutinya, gt-nite!

Opini malam suram di pos ronda.
Pria : “Goal.. Goal..Goal..!”
Sobat : “Woyy! Rumah Uwak Jenab kemalingan, brow..!
Pria : “Sompret! tu maling ngga hobby bola kali yeh..! hobby nye maen karambol kaleee! ayo kita hajar, bleh..!”

357

Des 23

Memulai dari yang indah kadang sangat sukar bagi kehidupan yang selama ini kita jalani.
Sebab keindahan itu membuat kita semakin manja atau lembek jika sesuatunya menjadi tidak indah lagi.

Tidak indah lagi adalah semisal bangkrut, patah hati, patah arang dan patah rahang, maaf? Yang terakhir hanya untuk para petinju saja.
Dengan patah-patah tersebut maka mereka menjadi semakin ‘tak bernyali’ dan akhirnya masuk ke lembah hitam.

Lembah hitam disini bukan berarti masuk ke dalam got, kali ciliwung ataupun empang yang berisi limbah kehitam-hitaman.
Maksud dari perumpamaan itu semua adalah mereka terjebak dalam lingkaran hidup yang diluar jalur hijau.

Maka dari itu semua mari kita bersama menjalani segala hal hidup dengan memulai dari yang ‘pait’ saja dulu.

“Woyy..! Penulis..! Lo aje kaleee! Gue nggaaa…!”

Begitulah kira-kira gerutuan para pembaca yang baik hati, suka menolong dan suka bikin kertu kredit?:)

Okay? Jika itu yang di inginkan maka jalani saja dan semua sudah cukup kuat menjalani segala hal hidup yang ‘pait’, ya tho!
Sebab penulis sejak kecil juga menjalani segala hal hidup dari yang indah-indah..??:)

Angin berhembus sepoy-sepoy dan suara-suara merdu burung perkutut membunuh kesunyian pagi yang cerah.
Ada senyum manis tersungging dari wajah cantik seorang gadis mungil dengan busana ala kadarnya.

Gadis itu terlihat cantik dan lebih cantik bila melihatnya mengunyah makanan dengan tidak terburu-buru.
Gigitan demi gigitan membuat geregetan sang pria yang sedari subuh sudah membayangi wajah gadis mungil tersebut.

“{She so clever.. she so smart.. and i love very much…}”

Sang pria pemantau itu bergumam dalam hati sebab jika di umbar malah di kira gila oleh masyarakat setempat.
Selain itu sang gadis juga mempunyai indera yang cukup tajam karena ia bisa membaca isyarat alam, orang utan kaleee!

Di atas kerajaannya atau di meja kerjanya, gadis itu sangat mempesona dan selektip dalam mengambil keputusan.
Tapi kadang-kadang kurang selektip jika mengambil buah-buahan, banyak yang busuk brow!

Mohon maaf?

Karena ada acara yang sangat penting atau ‘great moment’ maka kisah ini dilanjutkan setelah penulis memantau kelakuan ‘aneh’ pria dan gadis tersebut.

“O ya, ada yang punya ‘tustel’…? Sebab pria itu sepertinya ingin mengabadikan tingkah mereka..? Poto-poto, brow!”

-Selamat Hari Natal, Nikmatilah Malam Kudus bagi yang merayakan dan kisah ini belum tamat-:)

-matanaga-