Jan 07

~Kau segala menyejukkan.. Tak mungkin ku lukai.. Ku cium kau tanpa rencana.. Ku peluk kau tanpa rencana apapun.. Ku bawa kau kemana saja.. Meski tanpa rencana.. Yeah.. Hii.. Yeahhh~
(Kunci)

Tatapan matanya hanya terlintas menembus kaca kendaraan yang ia tumpangi, tersenyum melihat kesumpekan arus jalan lalu melamun atau bengong.
Alunan nada para pemusik kacangan dan pemusik profesi terdengar mengalun indah, kadang ada yang tak melodius pula, sumbang dan sember.
Angka-angka rupiah argometer dari kendaraan terlihat pula lebih cepat dari biasanya, angka-angka penghasil rupiah itu sepertinya di buat-buat oleh si sopir, ngakalin.
Pria di bangku belakang sopir pun hanya tersenyum-senyum dan terus menikmati alunan nada yang cukup renyah terdengar di daun telinga, reseb.

Dalam hati sanubari sopir taxi, ia mengada-ngada.
”Ni orang bawa duit.. apa bawa golok ye..! bukannya ngeliatin pemandangan.. malah ngeliatin argo..! bisa ketauan dan tengsin akal bulus gue nihh..!”

Dalam hati sanubari pria, ia juga mulai mengada-ngada.
”Bukan main..? ni sopir mau cepet kaya ye.. apa mau ngerampok penumpang dengan cara alus nihh..! gue bacok juga ni orang..!”

Dalam sekejab mata dan dengan kejadian yang begitu cepat, pria tersebut langsung menikam si sopir tanpa basa basi dan tanpa punya perasaan, rajatega.
Sebuah pisau belati menancap di tengkuk sopir dan darah segar mengalir membanjiri bajunya yang biru polos.
Teriakkan minta ampun dan minta tolong tak sempat sopir lontarkan, karena tikaman yang begitu cepat dan tepat di urat matinya.

Mobil yang di tumpangi menghantam pembatas jalan dan tersendat pada sisi pohon.
Erangan kesakitan sopir terdengar agak tersedak dan dari mulutnya mengeluarkan gelembung-gelembung merah darah kental agak berbuih.
Pria pun memutar kembali pisau belatinya yang menancap pada tengkuk sopir untuk memastikan bahwa si korban sudah tidak berkutik tanpa nyawa.

Kemudian segala barang yang ada dan berharga dari si sopir di kuras habis oleh pria tanpa memikirkan penderitaan anak dan istri si sopir.
Jasad yang masih hangat di bopong lalu di masukan dalam bagasi kemudian pria itu mulai meninggalkan kendaraan berikut jasad sopir yang malang itu.

Kiiikkkk…!!!

Rem yang begitu mendadak membuat sang pria terkejut dan membuyarkan fantasinya tentang pembunuhan pada sopir taxi tersebut.
Sangat di sayangkan para hadirin dan hadirot? Kali ini ternyata sang pria hanya sedang mengkhayal tingkat tinggi tentang pembunuhan berencana yang nyaris di lakukannya.
Tampak pula terlihat nenek-nenek berpakaian sexy dan memakai jeans ketat, lari kocar kacir hampir di cium bemper mobil taxi.

Pria, mantan napi yang keluar karena adanya uang jaminan dan tanpa uang hibah yang di karenakan perkara penganiayaan.
”Nape Pir..! yang bener kalo bawa mobil..! lo bawa orang ni..! bukan bawa anak kebo..!”

Sopir, pernah buat SIM dengan cara nembak atau lewat belakang tanpa pengujian dari aparat.
”Sorry Bang..? ada nenek-nenek nyebrang..ngga liat kanan kiri..! hampir saya seruduk tuhh nenek-nenek..?”

Keadaan mulai mendingin, sedingin AC yang terpasang pada posisi full, bisa masuk angin kedua orang tersebut.
Kemudian sang pria tertidur pulas dan itu membuat si sopir mulai kalang kabut dan gundah.
Sudah tujuh tikungan dan tiga perempatan si sopir lalui dengan rasa yang bukan main bingungnya.

Tampak pula argometer penghasil rupiah semakin membengkak dan bensin semakin menipis tiris.
Keringat dingin si sopir keluar tanpa di sangka di mobil yang full AC tersebut.
Tidurkah, matikah atau keram di karenakan dinginnya AC-kah pria itu?
Bercabang-cabang pikiran negatif dari sopir tentang pria tersebut, namun lambat laun terdengar juga dengkuran pria yang naik turun di iringi suara yang berdengik kemudian si sopir pun lega.

Sopir, rambutnya sangat lebat dan belah pinggir satu senti di atas daun telinga seraya mencolek dengkul pria.
”Maaf Bang..? saya lupa.. tadi minta di antar kemana ya..?”

Pria, rambutnya lurus panjang dan di ikat kuncir karet gelang sambil mendelikkan matanya dan mengelap ilernya.
”Hooahh..? Terminal Blok M.. emangnye udeh nyampe..!”

Sopir, seragam taxinya di lengkapi dengan dasi kupu-kupu berwarna rona pelangi dan kelihatan jadi seperti orang udik.
”Lohh..? khan tadi Abang naeknya dari Terminal Blok M..??”

Pria, pernah menjadi anak gawang pada satu tim persepak bolaan dan di keluarkan karena pernah nilep atau mencuri sepatu bola seniornya.
”Ahh.. masa! ngeledek orang yang tua’an lo..! kalo gitu.. anterin gue ke Terminal Blok M lagi dehh..! tenanggg.. gue bayar? Tampang gue emang kriminal banget apah..? buru injek tuhh gas..! jangan ngotot lo ye..!”

Kemudian kedua manusia dalam kendaraan tersebut menikmati kembali perjalanan yang berliku serta bercabang itu.
Di lalahnya? perjalanan itu baru sampai di jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat dan harus memutar balik ke arah Jakarta Selatan, untung belum sampai Nusa Kambangan friends?
Detak jantung si sopir semakin cepat dan terlintaslah angan-angan yang mencekam tentang ’Sopir Taxi VS Penumpang’, sebab arah dan tujuan pria itu tidak jelas dan tampak kikuk atau depresi.

Apakah terjadi rencana pembantaian oleh pria tersebut? Apakah sebilah belati menancap pada si sopir? Dan apakah mereka berdua mati dalam mobil karena keracunan atau kekurangan oksigen?
Tapi dalam terawangan aji-ajian ’Aji Putih Putih Melati.. Alibaba, Merah-Merah Delima.. Pinokio, Siapa Yang Baik Hati.. Cinderella, Pasti Disayang Mama..’
Maaf para sidang Jum’at yang berbahagia? Ajian tersebut terdengar seperti lagu anak-anak ya?

Begini? menurut terawangan aji-ajian ’Aji Putih Sucikan Hati’ segelintir para sahabat penulis, tidak di temukan adanya kekerasan ataupun pembunuhan yang menyangkut pada ciri-ciri kedua manusia tersebut, pada hari dan waktu yang bersamaan itu, peace.

Kemudian di ketahui pula si sopir tidak melakukan penipuan argometer taxi lagi dan anak serta isteri di rumahpun bahagia.
Walau masih tinggal di KPR BTN type RSS yang harus di cicil dalam tempo sepuluh tahun namun perabotan rumahnya lengkap dan bermerek.

Dan sang pria yang pemakai kuncir karet gelang itu kini menjadi pemain sepak bola cadangan di PSK (Persatuan Sepakbola Kudabuncit) dengan nomor punggung tiga belas.
Pria itupun menjaga stamina dengan telaten dan menjauhkan doping yang gencar di salah gunakan oleh para olah ragawan, akan tetapi perilakunya tetap saja masih kikuk, bawaan lahir.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

24 comments so far

  1. 1 yangputri
    14:54 - 1-7-2010

    ajian ajian putih delimanya mempan gak tuh buat ngerampok bank??

    wkakakak gaya lo bang pake bahasa linggis segala judulnya, gw pan kagak ngarti :-D

  2. 2 yangputri
    15:02 - 1-7-2010

    xixixiii pertamaXX tumben :-D

  3. 3 bintangtimur
    16:36 - 1-7-2010

    Oalah…dikirain kisah nyata, bacanya aja saya sampe nahan napas… :P
    Blok M?
    Hehehehe, penumpangnya pengen jalan-jalan keliling Jakarta, kali…

  4. 4 ts
    16:52 - 1-7-2010

    hmmm…. alow juga bang, biasa numpang lewat aja, boleh ikut bang? :)

  5. 5 Alfaro Lamablawa
    17:23 - 1-7-2010

    hahaha
    asyik ceritanya…
    tokoh nenek hanya muncul sekali, figuran ya?
    kasian, dah tua jadi figuran,,,

  6. 6 depz
    00:03 - 1-8-2010

    depz likes this *ngacungin jemPol k atas*

    :D

  7. 7 vany
    00:33 - 1-8-2010

    hmm……
    ternyata akhir kisahnya happy ending ya, mas………. :P

  8. 8 mrpsycho
    07:14 - 1-8-2010

    hahaha lamunan psikopat emang gitu brur,coba pindah channel,melamun jadi pejabat, serasa naik royal saloon disupirin driper pribadi dari blok M ke blok M lagi hehehe

  9. 9 matanaga
    11:03 - 1-8-2010

    @YP —–> jangankan wat ngerampok, wat motong ayam aja mempan, xixixiii.. langsung jadi opor?? pertamax ni ye?
    @BT —–> hihihii.. nahan napas? berenang kalee..
    @TS —–> alow juga bang? bole numpang tapi bayarnye patungan yeh??
    @AL —–> kalo nenek itu di ceritain kasian.. abis udah bau batu nisan bang?
    @Dp —–> anda bintang sepak bola yg jempolan mas? ntar ajarin gue yeh?
    @Vn —–> hehehee.. masa kisahnya melarat mulu sih..??
    @Mr —–> xixixii.. ente bisa aje brur! kalo melamun jadi pejabat takut di santet sesama pejabat yg dongkol brur?
    “thanks all friends.. ;)

  10. 10 erza
    11:13 - 1-8-2010

    Scroll ke atas lagi… :D

  11. 11 anny
    13:47 - 1-8-2010

    Ha..ha..ha…putih putih melati, ali baba, merah2 delima pinokio, siapa yg baik hati cinderella…inget masa kecil jdnya

  12. 12 julie
    15:46 - 1-8-2010

    ondehhh mandeeeh tuesdeeeeeeeh

  13. 13 yummy
    16:30 - 1-8-2010

    lam kenal y…..
    cerita yg bagus

  14. 14 matanaga
    17:54 - 1-8-2010

    @An —–> xixixii.. mbak? maen lompat karet yukkz..
    @JL —–> artinya = mbak julie masak sayur lodeeeeh..
    @Ym —-> y.. sama-sama.. pernah naek taxi, hehehee.. thanks
    “thxs ibu-ibu PKK ;)

  15. 15 2
    18:16 - 1-8-2010

    hehehehehe… keren dan kreatif nih tulisannya :P

  16. 16 matanaga
    18:26 - 1-8-2010

    @EZ —–> TEH.. wadooh? udah ketinggalan.. salah pula gue erza, hihihii.. koprol ke atas koprol kebawah ye za? thxs ;)

  17. 17 AgusKusuma
    22:09 - 1-8-2010

    yeah..ceritanya bagus baget (jujur)
    saya kira cerita pembunuhan di kota besar jadi ngeri awalnya…hehehehe…….

  18. 18 kw
    10:44 - 1-9-2010

    yukkkk lanjut :)

  19. 19 bakulrujak
    19:53 - 1-9-2010

    bisa jadi kumpulan cerpen nih kalau udah banyak :D

  20. 20 jilena
    09:18 - 1-11-2010

    setuju ama bakulrujak.. ceritanya bisa dijadiin kumpulan cerpen OKE!!!!
    :)

  21. 21 matanaga
    10:50 - 1-11-2010

    @2 —–> sama-sama.. trims, mas? khan belajar dari anda?
    @Ak —–> siap mas! masih belajar sama mas agus nih.. biar makin ngelotok??
    @Kw —–> siaapp.. komandan..! tapi lumpsum-nya kurang nih, hihihii..
    @Br —–> masih direncanakan utk dibukukan seperti Rumyu, mudah2an
    @Ln —–> OKE!!!! daripada benjol..
    “thxs friends… ;)

  22. 22 julie
    12:19 - 1-11-2010

    chandraaa banguuuuun

  23. 23 matanaga
    17:29 - 1-11-2010

    @Julie —–> oyee.. mbak..! ane kena giliran ronda yehh..?? thxs ;)
    “Thxs my friendly ;)

  24. 24 bhamz
    21:41 - 1-11-2010

    Antiklimaks…well, dahsyat jg nih cerita…salut
    salam,

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Your Details

Your Comment

-matanaga-