Rasa Takut Bukan Halangan
Rembulan dan awan kini menyendiri yang di karenakan panorama alami.
Warnanya sangat pucat namun bukan berarti pudar karena cercahnya.
Terlihat dua makhluk bumi yang sedang bercengkrama akibat sirkulasi yang ada, nimbrung.
Mereka nampak memperbincangkan sesuatu yang amat nyata di kehidupan dunia.
Pria : ”Brow, saban hari gue liat lo ngejedok ajeh di mari… Ada ape si Brow..!”
Sobat : ”Heheh! Gue jadi ngeri kalo mau kawin brow..? Abis tetangga gue bekelahi muluw..? Coba lo liat brow..? Kaos kutang sampe giwang di lempar- lemparin sama bininyeh..? Ape ngga syarap tuh!”
Mengapa..? Sebab yang diperhati sang sobat adalah keluarga baru dengan satu buah hati yang berumur tiga tahun.
Mereka selalu dihadapi oleh hal yang sepele namun menjadi hal yang segumpal oleh sebab kecemburuan individu.
Itulah yang terlihat dari perbincangan dua pria yang setiap hari memperhati keluarga-keluarga yang ’baru jadi’ alias pengantin baru.
Dan itulah fnomena yang ada bagi sebahagian kalangan ’keluarga baru’ yang mencoba menjadi habitat mandiri, ”Saya terima nikahnya.. dengan mas kawin seperangkat Bla-Bla.. Bla…?”.
Yang di lihat dari sang sobat oleh sang pria adalah kekalutan dan kebengisan dari sebuah ’keluarga’.
Keluarga dimana kita harus memperjuangkan hidup/mati jika sesuatu terjadi.
Sesuatu tentang anak sakit, kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan atau kebutuhan bathin serta jasmani/rohani.
Jika semua tak terpenuhi maka kemarahan dan perkelahian sesaat akan mewarnai dalam sebuah mahligay berkeluarga, ironic.
Pria : ”Ehh.. Brow..? Kalo lo di mari terus.. Bisa-bisa lo kena damprat sama mereka..?”
Sobat : ”Ahh.. Peduli syetan…! Ini pan daerah kekuasaaan gue..? Kalo mereka ribut muluw.. ’Ntar gue usir sebab bikin kuping gue jadi caplang…!”
Dari raut wajah sang sobat sepertinya pria semakin terkekeh alias tersenyum bego akibat kesenewenannya.
Kini pria memberanikan diri untuk menghalau sang sobat agar menjauh dari perdebatan dua sejoli yang menjalin bahtera rumah tangga itu.
Pria : ”Brow..? Kalo lo terus-terusan denger perdebatan itu maka lo akan tertekan dan ngga akan mau kawin.. do you understand..?”
Sobat : ”Hahahahaaaa..! Sok inggris lo…! Asal lo tau brow..? Gue lagi nunggu bininye ngelempar kalung emasnye kalo berantem..? Lumayan biar gue lego di pasar inpres, brow..?”
Tanpa disanya dan disangka maka satu kalung dan dua giwang terhempas dari perdebatan dua sejoli bahtera mahligay itu, PROKK…!
2 sejoli (Wanita) : ”Aku ngga butuh emas ataupun berlian…! Yang aku butuhkan hanya Kasih & sayangggggg muw…! Makan nih pemberian muw….!”
2 sejoli (Laki) : ”Busyetttt…! Itu emas 6 bulan gue gajian sayangggg…! ’Napa lo buang begituw…?”
Dan alhasil maka sang sobat menerima keberuntungan yang tak dikira oleh sang pria, emas 24 karat dan rezeki nomplok!
Sobat : ”Lo liat, brow..! Kemungkinan besok celana dalem bininye yang di buang sama si suami, heheheheeee…!”
Pria : ”Syetttt dehh! Sakit lo…! Mudah-mudahan lo ngga begitu-gitu banget kalo udeh bekeluarga….??”
Awan pekat dan lilitan lelangitan semakin membiru bagai pancaran warna pantai di selatan.
Riuh redam deburan ombak dan desiran angin kutub semakin membahana mengutip kepakan sayap burung pantai.
Sang pria serta sang sobat kini berkompromi tentang situasi malam dingin dengan berjalan menuju pegunungan, hiking.
Dengan berbekal puluhan ribu rupiah sang pria mengajak sobat agar mengantar ke pesisir pantai yang menyejukkan, Pakis.
Dengan kecepatan tinggi maka sang sobat menderu kendaraan roda dua ber-sticker wanita cantik yang sangat butut dan mati pajak itu, Ngrengggg…!
Sobat : ”Brow..? Ngeri juga yak! Kalo kawin…? Apelagi kalo di ’stir’ sama si cewe…? Bisa-bisa Kalo mau ’begituan’ harus ada ’dokat’ duluw..? Heheheheee…?”
Pria : ”Jangan banyak ngomong lo..! Hampir kita di srempet sama ’truk’ tuh! Sompret lo! Gue ngga mau mati konyol gara-gara kelakuan lo…!”
Bagaimana dengan 2 sejoli bahtera rumah tangga ituw..?
”Jika kalian ingin membangun pondasi keluarga maka hal sipil atau hal sepele jangan kalian ’Takuti’ sebab semua selalu berjalan sesuai ketentuannya, Lilahhi ’Taala, dan ’tak usah menjerit jika sesuatu menyudutkan muw.. Smua ’kan baik-baik saja sampai mati & saling setia..!” [Rasputin].

13:44 - 4-5-2011
jadi itu calon istri johny?
14:34 - 4-7-2011
Biasanya sih rasa takut itu adalah kesulitan yang kita ciptakan sendiri ya
Wihhh calon istri jhony keren euy!!!
06:34 - 4-8-2011
wah sudah keduluan ma kajul dan ani neh
sukses brow… *ngikut gaya diatas
salam pagi n_n
13:17 - 4-8-2011
Setahun jumialely [dot] com, dengan penuh penghargaan saya ucapkan Terima Kasih karena sahabat sudah pernah Menorehkan jejak cinta di rumah maya saya. I love You
23:41 - 4-9-2011
semua kan baik saja, sampai mati dan saling setia,
saya suka kalimat ini,
salam hangat, bangauputih ^_^
08:47 - 4-10-2011
kebanyakan orang nunda perkawinan memang di sebabkan hal hal seperti itu,terutama tentang masalah ekonomi,padahal tuhan sudah menjandikan rejezi bagi mereka asal mau berusaha
20:22 - 4-12-2011
@Jl <—– hehee! bisa di gaplokin steven tyler yeh.. thx kunjungannya mbak julie

salam malam n_n thxs kunjungannya mbak Ros 


thxs kunjungannya mas jayacell.. “hp saya sudah diservis belon..??” 
@An <—– rasa takut yg diakibatkan ngga punya modal nikah kali yeh, hehee! idem sama mbak julie nih! thxs kunjungannya mbak anny..?
@Rf <—– laen kali mbak fitri booking dulu sama admin.. biar number 1
@Jm <—– sama sama mbak lely..? I love You, juga by: Melly Goeslow & thxs kunjungannya ***pialanya manaaaaa?
@Ra <—– salam hangat juga bangauputih ^_^ kalimat2 di blog anda jauh lebih sopan dari saya, hehehee! thxs kunjunganya mbak atau mas nih!
@Jc <—– yap! asyik sekali ksimpulannya dan namun sebahagiaan menunda perkawinan karena kebanyakan nonton sinetron
NB = -matanaga- mohon maaf krn belum komentar di blog anda yg jenius namun sudah mampir & membaca, thanks my friend
13:12 - 4-14-2011
wah..sepertinya kang MN (manata naga) ini harus segera menerbitkan novel nih kang, setiap kesini pasti tentang cerpen dan cerita menarik saja.
20:08 - 4-15-2011
sampai mati dan saling setia
09:20 - 4-28-2011
sukses selalu ya
11:30 - 5-10-2011
Wahhhh itu sih sebuah tantangan dan kalau sudah dijalani gak akan terasa berat dong brow2, sist2 yg belum merit hehehe…..
10:48 - 5-14-2011
Siiiiiiippp lah !!!!!
13:34 - 6-6-2011
mantab hehehe sepertinya mewakili kaum lajang yang masih belum berani
23:05 - 7-10-2011
mantab postingnya
17:43 - 7-27-2011
Trima kasih atas kehadirannya, friends..? salam bahagia.. salam sejahtera.. O ya.. “Kapan dilamar..? Kapan melamar…??”
lv…
10:21 - 8-24-2011
ternyata blog ini sudah lama tak posting
*nyapu2 teras*
16:11 - 8-25-2011
makasih postingannya yahhh…salam kenal..jangan lupa mampir yahhh
21:07 - 9-6-2011
Ntah, belum tau entah kapan mau melamar.
09:42 - 11-2-2011
sangat setuju sekali
10:46 - 4-18-2012
semua akan baik2 saja