Tak Gentar Itu Pemberani

2 Apr 2014

Ketika semua menggelar pesta rakyat.

Saat semua berbondong-bondong merakyat.

Segala penderitaan serta keluh kesah rakyat mencoba di cicipi.

Cukup tertantang menjadikan diri seolah benar-benar merasa seorang rakyat.

Gelar kampanye. Buka aspirasi. Kemudian ada bohong tentang; dari rakyat, ke rakyat dan untuk rakyat.

Ada yang semboyan. Tidak enteng jika anda berada dalam rumah politik.
Banyak pintu. Penuh portal dan tanggul-tanggul yang mesti di lalui.

Yang belum tahu di mana pintu utama. Dan sebelah mana pintu rahasia.
Kemudian ada jalan buntu. Yang memaksa agar jalan bobrok di lalui kembali.

Tetapi, semua mendambakan pemimpin. Sosok idola yang sungguh di gemari.
Punya gaya bahasa santun. Etika yang bertanggungjawab. Dan pemberani.

Jika perlu seorang pemimpin itu harus banyak ilmu.
Ilmu hitam, ilmu gendam, ilmu sirep dan ilmu kudu termasuk serep bagi pemimpin.
Jika sewaktu-waktu rakyat murka lalu protes dengan membabi buta.

Pilih pimpinan yang suka mimpi. Bukan yang suka mimpi nomor togel dan sebagainya. Mudah-mudahan Indonesia menjadi negeri berkekuatan tangguh.

Kini udara panas dari mesin knalpot mobil truk membuat gerah Johny. Ia sedang melintas di sisi para kampanyewan dan kampanyewati.

Seluruh jalan mereka kuasai. Sebagian menggerakkan lengan agar Johny dan pengendara lain minggir.
Sebagian lagi dengan manja melempar rupiah sembarangan.

Entah untuk buat beli rokok. Untuk beli ban motor. Atau buat bikin bom molotov. Ah, kampanye memang banyak macamnya.

Johny cuma berhenti sejenak lalu senyum manyun. Ia mau tak mau mampir ke kedai kopi dulu.
Johny kemudian pesan kopi, rokok, ban motor serta pesan bom molotov, maaf? Yang dua tidak ada di kedai kopi.

Kemudian.

Johny mengelap keringat dengan tenang. Lalu menikmati musik dari radio jaman perang di kedai kopi kumuh itu.

Nadanya sedih melemah.

Amat halus. Begitu syahdu.

34af52a574c8c9a96bcb5a904a0cb0b9_images444


TAGS


-

Author

Follow Me