Penuh Dengan Do’a

12 May 2014

Di atas langit masih ada langit. Di lubuk hati pun masih ada hati.
Dan. Kesemua hanya kiasan yang terbalut hikmah.

Di kehidupan yang saling tumpang tindih ini, tali persaudaraan seakan cukup kuat.
Tidak kenal menjadi tahu. Tidak hormat menjadi segan. Dan begitu seterusnya.

Seperti hal nya sobat Johny. Yaitu, Badrun namanya.
Ia tumbuh dalam lingkungan sederhana. Akan tetapi siapa sangka jika Badrun ternyata Paman dari seorang Presiden.
Bukan Presiden Indonesia namun Paman dari Presiden Direktur perusahaan yang notabene cukup muktakhir.

Di bekali hidup yang sangat sederhana dan susah maka Badrun seringkali terpuruk dalam kemelaratan.
Di curigai, di kecilkan dan di pelototi selalu menjadi santapan Badrun dalam hidup.

Untuk urusan birokrasi pun Badrun selalu dipersusah setengah gila.
Tetapi semua memang perlu di jalani dan di tekuni.

Setelah cerita dan dongeng dari mulut ke mulut maka Badrun sebenarnya bisa hidup senang.
Tanpa harus menghujat, berteriak atau pun ngotot demi kelangsungan hidup yang musti tertib administrasi.

Mau urus apa saja tinggal kontak. Ingin lahan sejuta hektar tinggal bawa nota. Dan lain-lain.

Asal?

Apa asal?

Asal Badrun mau bilang bahwa ia Paman dari seorang Presiden Direktur yang memproduksi senjata perang itu.
Tapi Badrun tak suka memanfaatkan persaudaraannya. Ia lebih rela menjalani hidup yang dikaruniakan Illahi.

Walaupun masih ada yang memanfaatkan fasilitas saudara demi kepentingan keluarga untuk kesenangan pribadi.

Kemudian, bagaimana Johny merangkum kesimpulan atas Badrun itu.

Johny sepertinya tidak punya kesimpulan.

Karna Badrun orang yang easy going dan agak gebleq.

Yang Johny rasa ialah hidup itu penuh doa. Hidup cukup dengan syukur. Sebab, hidup tetap kencang berjalan;

Rabbighfirli
Warhamni
Wajburnii
Warfanii
Warzuqnii
Wahdinii
Waaafinii
Wafuannii

Sebagaimana amalkan istigfar setiap saat.

582b6beec4b24cbdcb68009f205376f4_images518


TAGS


-

Author

Follow Me