Ada Baik Dan Jahat Pada Manusia

18 May 2014

Pendek kata, apakah masih ingat dengan Badrun, Tumino atau Ponirin?
Mungkin, anda tidak ingat. Atau barangkali, anda sudah pangling?

Alhasil Badrun, Tumino atau Ponorin selalu memikirkan diri sendiri, Maaf? Sebab, anda tak pernah memikirkan mereka, tho!
Mereka berusaha berfikir panjang, berfikir jernih agar menjadi fikiran yang lugas.

Berfikir untuk kelanjutan dan kelangsungan hidup yang lebih maju dan lebih terarah.
Karena sejak tahun-tahun yang lalu hidup mereka seakan kehilangan arah dan sungguh blangsak.

Mereka sobat Johny yang acapkali berlaku moderen. Dan kadang kala dianggap salah di hadapan orang.
Begini salah. Begitu salah. Akhirnya jadi salah kaprah.

Mereka juga sering di tanya;

Jadi Salah Siapa?

Jawabnya pasti;

Ya Salah, Si Badrun, Tumino atau Ponirin!

Maksud mereka sederhana.

Cuma ingin agar orang tidak berfikir pendek. Ketika mereka melakukan ketidak beresan.

Sebab, mereka bukan Sang Maha Pencipta. Mereka hanya manusia yang butuh kasih sayang.
Bukan berarti, di kasih-kasih, di sayang-sayang kemudian di jambak.

Tetapi, berikan mereka pemikiran yang ke bapak-an. Pemikiran yang ke ibu-an. Sehingga ada pemikiran yang bertanggungjawab dan lemah lembut.

Jangan pemikiran yang banci. Nanti bisa parah urusannya.
Pada hakekatnya fikiran ksatria lebih dominan dan cocok di terapkan ke mereka.

Singkatnya.

Jika ada sobat yang berlaku tidak beres. Maka, sebagai sobat wajib meluruskannya atau menolongnya.

Menasehati, menyabari atau di kasih rem agar lebih gembira menjalani hidup yang penuh doa.

Walau dalam hidup itu riang gembira lebih mudah di lupakan. Tetapi, sedih merintih cukup terasa banget dalam ingatan.

~love

61b8f17ff24cecf35aa3246ce0764c3b_3-323-71397333


TAGS


-

Author

Follow Me